Blokir Akses Internet Jaringan Wireless pada Jam Tertentu dengan Mikrotik
Pendahuluan
Pada Lab kali ini akan dijelaskan tentang bagaimana caranya membatasi akses internet sesuai dengan waktu yang diinginkan. Di banyak instansi seperti sekolah, kantor, atau perpustakaan, akses internet melalui jaringan Wireless (WiFi) sering kali perlu dibatasi pada jam-jam tertentu. Contohnya, pihak sekolah ingin memblokir akses internet siswa saat jam pelajaran berlangsung (misalnya pukul 07.00–15.00), namun tetap mengizinkan akses di luar jam tersebut. Router Mikrotik menyediakan fitur Scheduler yang dikombinasikan dengan Firewall Filter Rules untuk mengatur kapan koneksi internet diblokir atau diizinkan secara otomatis tanpa perlu intervensi manual setiap hari.
Tujuan Praktik
- Memahami konsep firewall filter rules pada Mikrotik.
- Mampu membuat rule pemblokiran akses internet berbasis waktu (time-based blocking).
- Menggunakan fitur Scheduler untuk mengaktifkan/menonaktifkan rule secara otomatis.
- Menguji hasil konfigurasi pada jam yang telah ditentukan.
Alat dan Bahan
- 1 unit Router Mikrotik (RouterBoard atau CHR)
- Aplikasi Winbox
- Access Point / interface wireless pada Mikrotik
- 1 unit laptop/PC dan smartphone sebagai client uji coba
- Koneksi internet (ISP)
Topologi Jaringan
Berikut ilustrasi topologi jaringan yang digunakan dalam praktik ini.

Konsep Dasar
Ada dua pendekatan utama untuk memblokir internet berbasis waktu di Mikrotik:
- Firewall Filter Rule dengan status “disable/enable” terjadwal — Rule pemblokiran dibuat permanen dalam keadaan nonaktif (disable), kemudian Scheduler akan mengaktifkannya pada jam mulai blokir dan menonaktifkannya kembali pada jam berakhir.
- Address List + Scheduler — Client yang ingin diblokir dimasukkan ke dalam address-list, lalu firewall rule merujuk pada address-list tersebut.
Pada praktik ini digunakan pendekatan pertama karena lebih sederhana untuk diterapkan pada satu segmen wireless.
Langkah Konfigurasi
Layout dan konfigurasi awal mengikuti layout yang dipakai pada lab lab sebelumnya.

1. Membuat Firewall Filter Rule
Masuk ke IP > Firewall > Filter Rules, lalu tambahkan rule baru untuk memblokir seluruh trafik dari interface wireless menuju internet:
/ip firewall filter add chain=forward in-interface=wlan1 action=drop \ comment=”Blokir Wireless Jam Sekolah” disabled=yes
Jika mengininginkan semua interface yang mau diblokir maka di bagian in-interface dikosongi saja.



Perhatikan bahwa rule dibuat dalam kondisi disabled=yes, karena status aktif/nonaktifnya akan dikendalikan sepenuhnya oleh scheduler.
2. Membuat Script Enable dan Disable
Buat dua script pada menu System > Scripts:
Script “blokir_wifi” (mengaktifkan rule blokir):
/ip firewall filter enable [find comment=”Blokir Wireless Jam Sekolah”]
Script “buka_wifi” (menonaktifkan rule blokir):
/ip firewall filter disable [find comment=”Blokir Wireless Jam Sekolah”]
3. Membuat Scheduler
Masuk ke System > Scheduler, lalu buat dua scheduler:
Nama Start Time Interval On Event
jam_blokir 07:00:00 1d 00:00:00 blokir_wifi
jam_buka 15:00:00 1d 00:00:00 buka_wifi
Dengan konfigurasi ini, akses internet pada jaringan wireless akan otomatis terputus setiap pukul 07.00 dan kembali tersedia setiap pukul 15.00 tanpa perlu diatur manual setiap hari.
Pengujian
Pengujian dilakukan dengan skenario berikut:
- Sebelum jam 07.00 — Client terhubung ke SSID wireless dan melakukan ping ke 8.8.8.8 serta membuka browser. Hasil: koneksi normal, reply diterima.
- Tepat pukul 07.00 — Scheduler jam_blokir berjalan otomatis. Rule firewall berubah status dari disable menjadi enable, dapat diverifikasi pada tab Filter Rules (tanda X pada rule hilang, menandakan rule aktif).
- Client melakukan ping ulang — Hasil ping menunjukkan Request timed out, dan browser tidak dapat memuat halaman web sama sekali, meskipun client masih terhubung ke SSID (status wireless tetap “connected”, hanya trafik internet yang diblokir).
- Pukul 15.00 — Scheduler jam_buka berjalan, rule kembali berstatus disable, dan pengujian ping/browsing kembali berhasil normal.
Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa rule bekerja sesuai jadwal yang ditentukan, konsisten pada beberapa kali percobaan berturut-turut, serta tidak mengganggu koneksi kabel (Ethernet) karena rule hanya diterapkan pada in-interface=wlan1.
Kesimpulan
Kombinasi Firewall Filter Rule dan Scheduler pada Mikrotik terbukti efektif untuk memblokir akses internet jaringan wireless secara otomatis pada jam-jam tertentu. Metode ini cocok diterapkan di lingkungan sekolah, kantor, atau tempat umum yang memerlukan kontrol akses internet berbasis waktu tanpa harus melakukan konfigurasi manual setiap hari. Keunggulan metode ini adalah kesederhanaan, minim beban proses pada router, dan mudah dimodifikasi jadwalnya sesuai kebutuhan.